Jumat, 23 Juli 2010

Akhir 2010 PLTU 3 Banten Beroperasi (Kemiri)

Pembangunan PLTU 3 Banten, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, sudah mencapai tujuh puluh persen. Ditargetkan Desember ini, proyek listrik nasional 10.000 megawatt itu telah dapat menghasilkan listrik.

Manajer Bidang Engineering Pembangkitan Lontar Wawan Darmawan mengatakan, meski telah dapat menghasilkan listrik, namun PLTU itu belum dikomersilkan.

“Kami masih harus melakukan tahapan lagi, seperti tes. Sekitar tiga bulan ke depan, listrik itu COD (comercial of dead) atau dikomersilkan. Ya, antara Februari atau Maret 2011,” ungkap Wawan, di sela-sela kegiatan peduli lingkungan berupa pemberdayaan ternak udang dan bandeng, di lokasi PLTU 3 Banten, Kamis (11/2).

Kegiatan sosial yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) ini dilakukan bersamaan dengan pengobatan gratis di Halaman Kantor Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Wawan mengungkapkan, proyek PLTU 3 Banten di Lontar ini menghasilkan sekitar 3X315 megawatt. Proyek ini merupakan bagian dari proyek PLTU Labuan yang menghasilkan 2X300 megawatt, PLTU Rembang yang menghasilkan 3X315 megawatt, dan PLTU Pacitan yang menghasilkan 3X315 megawatt. “PLTU Labuan telah diresmikan Presiden. PLTU di Lontar ini yang kedua diselesaikan dan memiliki tiga unit,” kata Wawan.

Menurut rencana, peresmian akan dilakukan menteri atau Dirut PLN Dahlan Iskan. “Meski kami berharap, Bapak Presiden bisa juga meresmikan PLTU di sini,” ujarnya.
Wawan mengatakan, kebutuhan batu bara untuk energi listrik di PLTU 3 Banten, Lontar ini didatangkan dari Kalimantan. Namun, pihaknya belum mengetahui pasti berapa jumlah kebutuhan batu bara di PLTU ini.

Sementara, Sekretaris Proyek PLTU 3 Banten, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang Rusdy Johan mengaku, program CSR menjadi upaya paling tepat dan efektif dalam menjalin kedekatan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.
Diungkapkan, kegiatan sosial ini dilakukan setiap tiga bulan sekali. “Anggaran yang kami sediakan untuk CSR ini antara Rp 20 juta hingga Rp 40 juta,” kata Rusdy(Tim_One)


Sumber :

http://kontakmediainfo.blogdetik.com/2010/02/13/akhir-2010-pltu-3-banten-beroperasi/

13 Februari 2010



Pembangunan PLTU 3 Banten Capai 60% 

Pembangunan mega proyek PLTU 3 Banten di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang terus dikebut. Hingga saat ini pembangunannya telah mencapai 60%.

Percepatan pembangunan itu dilakukan agar persoalan krisis listrik yang terjadi saat ini serta adanya keterlambatan penyelesaian proyek pascaaksi kerusahan warga pada pertengahan tahun 2008 lalu, menjadi dasar PT PLN untuk mempercepat pembangunan.

General Manager PT PLN (Persero) Pembangkitan PLTU 3 Banten, Soelijanto Hary Poerwono mengatakan, bentuk percepatan pembangunan mega proyek itu ditandai dengan dimulainya speed program, penambahan peralatan dan tenaga kerja yang ada, baik asing maupun lokal.

“Hingga kini, total pengerjaan proyek, mulai dari kontruksi dan non kontruksi sudah mencapai 60 %. Merujuk target, seharusnya mega proyek itu sudah rampung pada pertengahan 2010 mendatang.Namun karena terjadi kerusuhan beberapa waktu lalu menyebabkan terlambat hingga setahun,” ujarnya, siang ini.

Padahal, kata dia, terjadwal pembangkit listrik unit 1 dijadwalkan rampung pada April 2010, unit 2 Juni 2010 dan unit 3 Agustus 2010. Kini ditargetkan, keseluruhan pembangunan, mulai dari pembangkit listrik unit 1, 2 dan 3 akan rampung dan dapat beroperasi pada pertengahan 2011 mendatang.

Project Coordinator PLTU 3 Banten, Rusdy Johan menyatakan, mega proyek PLTU 3 Banten berdiri diatas lahan tidak kurang dari 22 hektar milik PT PLN dan Perhutani itu dikerjakan oleh kontraktor Konsorsium Dongfang Electric Coorporation dan PT Dalle Energy.

“Mega proyek ini memiliki kapasitas tenaga listrik 3 x 315 MW. Sedangkan operasionalnya menggunakan batu bara kalori rendah. Dalam setahun, diperkirakan operasional PLTU 3 Banten ini akan membutuhkan hingga 4.273 juta ton batu bara,” katanya.

Sedangkan produksi listrik yang dihasilkan PLTU 3 Banten, lanjut Rusdy, dalam setahun diperkirakan mencapai 13.797.000 MWh dan akan langsung dihubungkan dengan jaringan listrik Jawa-Bali melalui dua gardu, masing-masing gardu (G1) Teluk Naga dan gardu (G1) New Tangerang.(hut)

Sumber :

http://tangerangnews.com/baca/2009/12/25/1988/www.tangerangnews.com

25 Desember 2009



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar