Jumat, 23 Juli 2010

Pulau Cangkir (Kronjo)

Pulau Cangkir atau Pulo Cangkir merupakan sebuah pulau kecil yang dahulu terpisah dari pulau utamanya. Tetapi kini Pulau Cangkir sudah tampak menyatu dengan main land-nya, ini karena ada upaya swadaya masyarakat sekitar dan pengelola situs untuk membuat jalan penghubung dengan menggunakan urugan tanah pada tahun 1995 lalu untuk memudahkan peziarah memasuki pulau tersebut.

Sebagai obyek wisata pantai, Pulau Cangkir merupakan obyek wisata ziarah karena di pulau ini terdapat makam Pangeran Jaga Lautan, Belum diketahui secara pasti sejarah asal mula keberadaan makam yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah di Nusantara ini, tetapi yang jelas menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Pangeran Jaga Lautan adalah seorang ulama besar yang menurut silsilah berasal dari keturunan sultan - sultan Banten. Pulau Cangkir berjarak sekitar 30 km dari Pusat Pemerintahan Tiga Raksa.


Jalur yang dapat ditempuh:
Balaraja - Kronjo - P. Cangkir atau
Kota Tangerang - Sepatan - Kronjo - P. Cangkir


Sumber :
http://www.bantenculturetourism.com/index.php?option=com_content&task=view&id=12459&Itemid=34
28 Mei 2009


Wisata Bahari
Pemkab Tangerang Akan Perbaiki Pulau Cangkir

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, berencana memperbaiki sarana maupun prasarana pada objek wisata Pulau Cangkir di Kecamatan Kronjo mulai tahun anggaran 2009 mendatang karena saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Bupati Tangerang H Ismet Iskandar kepada Antara, Senin lalu, mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana untuk perbaikan sarana objek wisata yang berada di kawasan perairan Laut Jawa itu.

Namun, Iskandar enggan menjelaskan berapa anggaran tersebut karena telah diagendakan oleh Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) setempat untuk dibahas dan juga melibatkan dinas terkait lainnya.

"Semoga saja tahun depan kami memperbaiki sarana maupun prasarana umum di lokasi objek wisata tersebut demi menunjang arus wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke daerah ini," katanya.

Pihak pemerhati pariwisata di daerah ini mengeluh tentang keberadaan sarana umum pada objek wisata itu meski memiliki potensi besar bagi pemasukan dari sektor pariwisata bagi pemkab setempat.

Jika dikelola secara maksimal, tentu objek wisata Pulau Cangkir di Kronjo dapat memberikan pendapatan bagi Pemkab Tangerang. "Sebaliknya, jika sarananya dibiarkan begitu saja, tentu pelancong enggan datang," kata pemerhati pariwisata Muh. Saparudin.

Selain itu, jalan menuju objek wisata itu sepanjang 5,8 km rusak parah sehingga menyebabkan pengunjung enggan datang karena harus berjuang lebih dahulu agar sampai ke lokasi.

Padahal, seharusnya Pemkab Tangerang memperbaiki jalan karena menunjang program pemerintah pusat untuk kunjungan wisata terutama dari mancanegara maupun lokal dengan tajuk Visit Indonesia Year (VIY) 2008.

Bahkan tempat parkir atau sarana lain seperti tempat duduk atau tempat pedagang makanan tidak tersedia sehingga tampak semrawut dan mengganggu wisatawan saat mengunjungi objek wisata itu.

Meski objek wisata Pulau Cangkir merupakan salah satu dari puluhan agenda kunjungan wisata yang ditetapkan oleh Pemprov Banten dalam VIY, pemerintah daerah seakan kurang peduli untuk mendukung program itu.

Pulau Cangkir berada di salah satu gugusan pulau di perairan Laut Jawa. Di objek wisata tersebut terdapat makam yang dikeramatkan dan pada waktu tertentu banyak dikunjungi wisatawan lokal, terutama pada bulan Muharram tahun penanggalan Hijriah.

Objek wisata yang memiliki pasir putih dan hamparan pantai itu dapat dinikmati wisatawan sembari mencicipi aneka kuliner lokal berupa ikan bakar dan berbagai makanan laut lainnya. (Ami Herman)


Sumber :

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=203668

4 Juli 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar